Rabu, 08 September 2010

emoticon chat facebook.

Berikut daftar emoticon chat facebook.
smile
:-) :) :] =)

frown
:-( :( :[ =(

tongue
:-P :P :-p :p =P

grin
:-D :D =D

gasp
:-O :O :-o :o

wink
;-) ;)

glasses
8-) 8) B-) B)

sunglasses
8-| 8| B-| B|

grumpy
>:( >:-(

unsure
:/ :-/ :\ :-\

cry
:'(

devil
3:) 3:-)

angel
O:) O:-)

kiss
:-* :*

heart
<3

kiki
^_^

squint
-_-

confused
o.O O.o

upset
>:O >:-O >:o >:-o

pacman
:v

curly lips
:3

robot
:|]

Chris Putnam
:putnam:

shark Shark (thanks buat Yola)
(^^^)

<( Penguin

DI SENJA MERAH JAMBU

Di senja merah jambu
yang merona seperti pipimu
aku pernah menaburkan mimpi
kau pun menyandarkan harapan bukan?
dan kita sama-sama mengumbar kemesraan

lalu mendung menggulung

satu lagi kemesraan yang robek
dalam gerimis
sementara aku belum mencatatnya sebagai kenangan

sementara kau masih saja menyalahkan waktu
dan aku memaki gurat-gurat takdir

Ah,
inilah cinta kita
serpihan mimpi yang kuhamburkan
mungkin sebagai kenangan yang luput dari ingatan

pintu perpisahan

untung tak bisa diraih
malang tak bisa ditolak
seperti juga siang dan malam
pertemuan dan perpisahan
adalah pasangan dalam kehidupan

bahagia dan derita
adalah dua sisi
dari koin yang sama

tapi
aku tak berani mengundi diri

semua kemungkinan terbuka
seperti pintu terbuka
bagi perpisahan ini

kenangan kita

Kasih..,
hujan yang turun
mengguyur kota kita senja tadi
tak mampu menyirami hatiku
yang kering karena duka

sepertinya ada kemarau panjang di hatiku
mungkin sepanjang jarak dan waktu
yang mengiringi perpisahan ini

ketika jemari tak sanggup lagi menggenggam
ketika peluk hanya melingkar di ruang kosong
hanya lengang kehilangan
dan kesendirian yang bisu

kekasihku..,
Desember kita yang kelabu
Januari kita yang biru
kini bungkam dalam catatanku

Facebook Emoticons

Click to add this to your profile

JIKA WAKTUKU TIBA

jika waktuku tiba
hantar aku dengan suka cita
atas kelahiran baru menjemput janji nir fana
jika pun airmata menggenang
ia adalah suka cita
tanpa taburan bunga
pada bayi di atas belanga tuntasan
perjalanan demi perjalanan

jika waktuku tiba
masih saja halaman rumah teras kamar adab dan keberadabanku
lusuh berdebu
sapulah yang ikut menempel di rahim silaturahim
bersihkan noda bias dari kejalangan tingkah manusiaku
semaikan sedikit tanaman yang mungkin tertinggalkan
sebab itu bukan milikku
kecuali milik mukiman

jika waktuku tiba
bukankah amalan telah dituntaskan
pada teguhan kesebentaran bincangan kebersamaan
maka tuntaskan semua bilangan
jangan dipertentangkan
sebab potret di dinding adalahkenangan
bukan hiasan

alunan jiwa

JIKA KU TAHU INI RAMADHAN TERAKHIRKU
(terinspirasi oleh: Wahid Noegroho)


aku tidak akan merasa langit menjadi kelam
bulan, bintang, biru langit berubah jadi kuburan kenang
lantas aku letakkan sepotong hati dibalai-balai
di atas nampan rupawan agar setiap petandang duka meradang
oh tidak tuhan
aku tak hidup dalam bayang keindahan yang tak hendak dituntaskan
sebab mulut dan jiwaku tak pernah berseteru
lisan menguntai merjan cakapan
menderu-deru muara qolbu

jika ku tahu ini ramadhan terakhirku

haruskah menggelar lautan sajadah samudra do’a penghantar
berjuta lintasan cahaya silangan rasa dan perjalanan yang hendak dikuduskan
langit bermandikan wewangian bunga-bunga dunia
membagikan sedekah barokah sambil keliling negeri tanpa alas kaki
menyeret sorban pakaian tanpa jahitan
menapaki maqom-maqom berurai air mata sesal
memotret diri di atas lembar stiker tawadu’
ijinkan aku menggeleng

jika ku tahu ini ramadhan terakhirku

aku tetap seperti saat aku tak tahu kapan matiku
aku akan biasa-biasa saja
melakukan apa yang seharusnya aku lakukan
tidak akan memaksakan yang tak aku mampu
sebab catatan tak akan hilang hanya karena pameran
lukisan pura-pura seharian
sambil propaganda ke sholehan

tanpa aku harus tahu ujung akhir jalanku
aku tetap memperindah jalan kesadaranku
agar berserahku adalah ikhlasku
tak berdebu nafsu

puisi cinta_ A_D_I_N_D_A

A D I N D A

merajuk hati selimut daun semanggi pagi hari
hujan basah tak jadi aku berangkat hari ini
lihatlah binar mataku
di sana kau bisa hitung detak jantungku memburu
begitu indah samsara tanpa bicara

dik, hari ini tak bermain katakata
sebab bibirku telah lama tak bergincu
kupukupu dan kumbang tak lagi berseteru
beledru awan menyiapkan hujan petang nanti
sebentar saja aku menanti
agar kau tak iri hati

dik, rekahkan bibirmu lalu sungging di pelaminanmu sendiri
pada tilam di mana engkau sarungkan rindu
agar malammu tak lagi cemburu
sebab aku tak sedang menghitung waktu

dik, jangan bicara asmara
sebab di tanganku penuh aksara
samasama kita baca
tidakkah hanya itu yang kita punya

puisi cinta_tidurlah

Tidurlah!
Karya : D. Dudu AR

Jangan salahkan namaku melayang-layang berupa kelangkang,
ketika matamu susah mengatup di setiap malam.
Jika itu membuatmu tidak tenang,
basuhlah mukamu dengan mata air kenang,
seperti saat menyusur taman harapan yang membuatmu masih terngiang tentang serambi langit di setiap senja, meskipun siluet itu merupa desir mimpi di engkau sekarang.
Tidurlah!